Jakarta, CNN Indonesia

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan warga terjangkit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia sudah tembus 35.556 orang.

Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran yang lebih banyak lagi yaitu penggunaan vaksinasi. Namun demikian, Nadia menyebut vaksinasi tersebut belum menjadi program nasional. Dengan kata lain, vaksinasi DBD masih bersifat mandiri dan berbayar.

“Vaksin DBD sampai saat ini belum menjadi program nasional. Masih berupa vaksin pilihan ya,” kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Selasa (25/3).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nadia mengingatkan vaksinasi digunakan sebagai pencegahan, bukan pengobatan. Oleh sebab itu, kata dia, penerima vaksinasi harus sehat.

“Ini bukan obat. Jadi meski orang sehat untuk mendapat vaksin,” ujarnya.

Sebelumnya, vaksin DBD sudah bisa didapatkan di sejumlah rumah sakit di Indonesia.

Melansir berbagai sumber, vaksin DBD di Indonesia salah satunya adalah Tetravalent Dengue Vaccine (TDV). Vaksin ini dikenal dapat memberikan perlindungan dari beragam jenis virus dengue.

Mengutip Siloam Hospitals, TDV merupakan vaksin yang dirancang untuk melindungi diri dari empat jenis virus dengue, di antaranya DENV1, DENV2, DENV3, dan DENV4.

Vaksin TDV mengandung virus dengue yang dilemahkan. Hal ini merangsang pembentukan kekebalan tubuh dan memproduksi antibodi.

Efikasi vaksin TDV yang beredar di Indonesia adalah sebesar 80 persen. Jumlah tersebut dapat dicapai jika sudah melampaui dosis yang ditetapkan, yaitu dua kali vaksin.

(khr/DAL)

[Gambas:Video CNN]





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *