Jakarta, CNN Indonesia

Seleb TikTok Galih Loss alias Galih Noval Aji Prakoso (GNAP) mengaku tujuan membuat konten tebak-tebakan hewan apa yang bisa mengaji dan diunggah di media sosial untuk menghibur.

“Tujuannya untuk menghibur,” kata Galih dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/4). Galih mengenakan baju tahanan dengan tangan terikat tali ties.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Galih meminta maaf kepada seluruh umat Islam atas kejadian yang telah dirinya perbuat serta membuat kegaduhan di media sosial.

Galih mengaku menyesal berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan akan membuat video yang lebih positif pada kemudian hari.

Sementara Wadirkrimsus Polda Metro Jaya AKBP Hendri Umar mengatakan Galih mengunggah konten tersebut lantaran ingin menghibur netizen dan agar mendapatkan endorsement.

“Jadi memang murni benar-benar dilakukan untuk menghibur netizen yang melihat ke akun TikTok ini dan dia hanya berusaha biar bisa diendorse. Tapi ternyata, mungkin dia tidak berfikir terlalu panjang, sehingga akhirnya membuat suatu video yang mengarah kepada adanya dugaan penistaan agama,” kata Hendri.

Hendri masih mendalami perihal endorsement kepada Galih. Menurutnya, belum ditemukan endorsement kepada Galih hingga saat ini.

“Perlu kami sampaikan terkait dengan endorse, hingga saat ini kita masih terus melakukan proses pemeriksaan kepada saudara GNP ini. Terkait mungkin dengan sudah berapa endorse yang didapatkan tapi sampai sejauh ini belum ada. Tapi nanti kalau ada akan kita update,” kata Hendri.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak sebelumnya menegaskan bahwa proses hukum Galih akan tetap berjalan meskipun sudah meminta maaf.

“Walaupun tersangka sudah membuat video permintaan maaf, penyidikan atas dugaan tindak pidana yang terjadi tetap dilakukan secara profesional, transparan dan akuntabel,” kata Ade.

Galih resmi ditahan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penistaan agama.

Galih diduga melakukan penistaan agama secara sengaja melalui konten video TikTok yang diunggah pada akun @galihloss3.

Penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit HP Vivo, satu unit iPhone, akun media sosial TikTok dan email, serta satu set Microphone.

Galih dijerat Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 A ayat (2) UU ITE Nomor 1 Tahun 2024 dan/atau Pasal 156 a KUHP dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara.

Dalam video yang dilihat CNNIndonesia.com, Galih sempat menanyakan sebuah tebak-tebakan terkait hewan apa yang bisa mengaji kepada salah satu bocah.

Awalnya, anak tersebut menjawab ikan paus dan kemudian menyebut pak ustaz sebagai jawaban. Namun, Galih Loss tidak puas dengan jawaban tersebut dan meminta anak tersebut mencari jawaban lainnya.

Akhirnya, setelah anak tersebut menyerah, Galih Loss menyebut hewan yang dimaksud sambil mengucapkan kalimat ta’awudz yang dimodifikasi.

“Auuuuudzubillahiminasyaitonirojim. Bener ga? Hewan apa itu berarti?” tanya Galih Loss.

(pop/fra)

[Gambas:Video CNN]





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *