Jakarta, CNN Indonesia

Mantan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membantah dukungan kepada Prabowo Subianto di Pilpres 2024 berkaitan dengan dugaan kasus hukum yang menjeratnya.

Ia menegaskan menyatakan dukungan kepada Prabowo karena melihat adanya kecocokan visi misi Ketua Umum Partai Gerindra itu dengan pembangunan Indonesia mendatang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Enggak ada, enggak ada,” kata Khofifah dalam wawancara Podcast What the Fact! Politics, Rabu (8/5).

Khofifah beralasan Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka mengusung keberlanjutan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, kebijakan dan pembangunan yang sudah dilakukan Jokowi butuh dilanjutkan dengan dibarengi perubahan dan inovasi.

“Itu adalah sunnatullah. Jadi perubahan itu adalah sebuah sunnatullah. Karena yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Karena itu melanjutkan pembangunan tidak berarti antiperubahan,” ujarnya.

Bagi Khofifah, semua kandidat yang maju di Pilpres 2024 memiliki kompetensi yang baik. Namun, Khofifah memandang Prabowo lebih unggul dalam hal kepemimpinan secara nasional dan global ketimbang kandidat lainnya.

“Keunggulan kompetitif dan komparatif itu perasaan saya dalam suasana geopolitik seperti sekarang geostrategis seperti sekarang Pak Prabowo memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga membantah ada kontrak politik bahwa partai-partai pendukung Prabowo akan ikut mendukungnya di Pilkada Jawa Timur 2024.

Ia menjelaskan partai-partai sudah menyatakan dukungan untuknya sejak akhir 2023, sementara ia mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo pada Januari 2024.

Adapun saat ini sudah ada empat partai pengusung Prabowo dan Gibran yang mendukungnya maju lagi di Pilkada Jatim. Mereka adalah PAN, Demokrat, Gerindra, dan Golkar.

“Orang dukungan-dukungan itu sudah bulan Desember [2023]. Saya menyampaikan, men-declare [Prabowo-Gibran] itu 10 Januari [2024],” ucap dia.

Pada Desember 2022, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya sempat menggeledah sejumlah ruangan di lingkungan Pemprov Jawa Timur. Ruang kerja Khofifah yang saat itu masih menjabat Gubernur Jawa Timur ikut digeledah.

Demikian pula dengan ruang kerja Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dan Sekda Provinsi Jatim. Penyidik membawa tiga koper setelah penggeledahan itu.

(rzr/tsa)

[Gambas:Video CNN]





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *